Laporan8.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih pada Senin, 8 September 2025. Salah satu menteri yang diganti adalah Budi Arie Setiadi dari jabatan Menteri Koperasi dan UKM.
Ia digantikan oleh Ferry Juliantono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri di kementerian tersebut. Perubahan ini terjadi dalam rangka memperkuat pemerintahan dan meningkatkan efisiensi serta kinerja kementerian.
Pada hari yang sama dengan pengumuman reshuffle, Budi Arie masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Koperasi. Ia hadir dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Rapat tersebut berlangsung selama lebih dari tiga jam dan membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Koperasi untuk tahun 2026, termasuk usulan tambahan anggaran sebesar Rp 7,85 triliun untuk program prioritas “Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.” Program ini merupakan inisiatif strategis yang digagas untuk memperkuat koperasi di tingkat lokal sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Dalam rapat tersebut, Budi Arie menekankan pentingnya digitalisasi, tata kelola yang baik, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi.
Ia menyebut bahwa sistem pembayaran nontunai (cashless) dapat meminimalisir risiko penyalahgunaan dana dan meningkatkan transparansi.
Namun, hanya beberapa jam setelah rapat tersebut, nama Budi Arie masuk dalam daftar menteri yang terkena reshuffle. Ia digantikan oleh Ferry Juliantono, yang dilantik bersama sejumlah menteri lain di Istana Negara pada Senin sore.
Respons Budi Arie: Lapang Dada dan Profesional
Dalam pernyataan resminya kepada media, Budi Arie menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya karena pernah dipercaya menjadi bagian dari pemerintahan. Ia menegaskan bahwa reshuffle adalah hak prerogatif Presiden dan dirinya menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
“Saya sangat berterima kasih dan bangga pernah dipercaya menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bagi saya, setiap langkah yang diambil oleh Presiden selalu berpijak pada kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia,” ujar Budi Arie dalam video perpisahan yang diunggah ke media sosial.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung kebangkitan koperasi demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sebuah gagasan pembangunan jangka panjang yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun tersebut.
Viral di Media Sosial: Dugaan Unfollow Instagram Prabowo
Di tengah transisi jabatan, viral kabar bahwa Budi Arie sempat berhenti mengikuti (unfollow) akun Instagram Presiden Prabowo Subianto. Informasi ini mencuat dari akun X (dulu Twitter) @IndoPopBase, yang mengunggah tangkapan layar menunjukkan bahwa akun Instagram Budi Arie tidak lagi mengikuti akun @prabowo.
Unggahan tersebut langsung viral dan menjadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak netizen yang menanggapi dengan nada bercanda, menyamakan aksi unfollow itu dengan perilaku anak muda yang sedang “ngambek” atau kecewa.
Meski tidak ada pernyataan resmi dari Budi Arie terkait hal ini, warganet menafsirkan langkah tersebut sebagai bentuk ekspresi emosional pasca pencopotan.
Namun, berdasarkan penelusuran lanjutan, diketahui bahwa Budi Arie telah kembali mengikuti akun Instagram Prabowo Subianto.
Nama @prabowo kembali muncul di daftar following akun @budiariesetiadi. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Budi Arie mungkin menyadari dampak viralnya kabar tersebut dan memutuskan untuk mem-follow kembali.
Daftar Menteri yang Direshuffle
Berikut daftar menteri yang direshuffle dan sosok penggantinya:
- Menko Polkam Budi Gunawan
-
Menpora Dito Ariotedjo
-
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding
-
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi
-
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Selain itu, Prabowo juga melantik Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah, yang berubah nomenklatur dari Badan Penyelenggara Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
Menteri Haji dan Umrah dijabat oleh Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan. Sedangkan Wakil Menteri diisi Dahnil Anzar Simanjuntak.







