Home / EKONOMI / Pasar Modal / Kepala DPMPTSP Bandung: Investasi Awal Rp 500 Miliar

Kepala DPMPTSP Bandung: Investasi Awal Rp 500 Miliar

Laporan8.com Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung, Ben Indra Agusta, terus mempromosikan proyek kereta gantung yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata di wilayah selatan. Proyek ini menjadi salah satu strategi utama dalam mengatasi permasalahan lalu lintas, terutama saat liburan atau akhir pekan.

Menurut Ben, proyek kereta gantung ini membutuhkan investasi sebesar Rp 2 triliun. Namun, untuk tahap awal, anggaran yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 500 miliar.

Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan investor yang serius tertarik untuk mendanai proyek ini. Salah satu alasan utamanya adalah besarnya nilai investasi yang dibutuhkan.

“Sampai saat ini kita masih terus berusaha mendapatkan investor untuk kereta gantung. Karena mungkin angka investasinya yang agak besar di Rp 2 triliun.

Tapi menurut saya seperti yang dikatakan pak Bupati dengan Rp 500 miliar dulu sudah bisa jalan, jadi enggak full,” ujarnya.

Pihaknya juga terus berupaya memperkenalkan proyek ini kepada para pelaku bisnis melalui berbagai ajang investasi.

Contohnya, proyek kereta gantung ikut serta dalam West Java Investment Summit dan Investment Challenge. Dalam event tersebut, LRT (Light Rail Transit) berhasil masuk ke dalam 10 besar peserta.

Selain itu, proyek kereta gantung juga dianggap sebagai salah satu solusi untuk mengurai kemacetan ke arah selatan.

Selain LRT, pemerintah juga sedang mempertimbangkan pengaktifan kereta dan kereta gantung sebagai alternatif transportasi.

Jalur Awal Kereta Gantung dan Potensi Wisata

Berdasarkan dokumen Pra FS (Feasibility Study), jalur awal kereta gantung akan melalui Sungai Ciwidey hingga Kawah Putih.

Rencana ini bertujuan untuk memanfaatkan area sempadan sungai agar tidak mengganggu lahan milik warga.

“Jalur awal yang ke arah Sungai Ciwidey dengan memanfaatkan area sempadan sungai, jadi untuk wisata itu menarik. Keberadaan Kereta gantung ini bukan hanya mampu mengurai kemacetan ke arah Bandung Selatan, tapi juga menjadi ikon wisata yang akan mampu menarik wisatawan,” kata Ben.

Proyek ini juga direncanakan akan memiliki beberapa cabang jika ada tambahan investasi. Dengan demikian, kereta gantung dapat menjadi akses transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.

Menurut Ben, pembangunan kereta gantung lebih mudah dibandingkan pelebaran jalan. Hal ini karena kereta gantung tidak memerlukan pembebasan lahan yang kompleks. Pembebasan lahan sering kali menjadi kendala dalam proyek infrastruktur lainnya.

“Kereta gantung ini sebetulnya tidak sulit karena tidak memerlukan pembebasan lahan seperti halnya pelebaran jalan. Pembebasan lahan milik masyarakat memang agak sulit, seperti harga yang tidak cocok memang itu sering jadi kendala,” ujar Ben.

Untuk menjalankan proyek ini, pihak DPMPTSP akan bekerja sama dengan institusi BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) agar dapat memanfaatkan sempadan sungai tanpa mengganggu lahan milik warga. Meskipun demikian, akan ada survei lapangan untuk menentukan detail pembangunan.

Jalur Prioritas dan Strategi Pembangunan

Berdasarkan dokumen Pra FS, jalur prioritas untuk kereta gantung adalah koridor Soreang – Rancabali. Dalam koridor ini, pihak terkait mempertimbangkan kombinasi antara pengembangan pariwisata dan penyelesaian kemacetan lalu lintas.

Salah satu segmen yang dipertimbangkan untuk pembangunan awal adalah Ciajag – Forest Hill. Selain itu, segmen Rancabali – Kawah Putih juga menjadi prioritas utama.

Keunggulan lain dari kereta gantung adalah biaya investasi, operasional, dan perawatan yang relatif rendah dibandingkan sistem transportasi lainnya. Hal ini disebabkan oleh minimnya kebutuhan lahan, kemampuan beroperasi tanpa pengemudi, serta waktu pembangunan yang lebih cepat.

Dengan adanya proyek ini, diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan potensi sektor pariwisata di wilayah Bandung Selatan.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *