Lapora8.com – Setelah Budi Gunawan diangkat dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), posisi tersebut saat ini masih kosong.
Mulai Selasa (9/9/2025) hingga beberapa waktu ke depan, Sjafrie Sjamsoeddin yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) juga memegang jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan secara sementara.
“Hari ini, saya selaku Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang bertugas sementara memberikan arahan kepada Pejabat Utama serta Staf Ahli di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin, dalam pernyataannya di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Dalam pernyataannya, Menteri Pertahanan Sjafrie juga mengucapkan terima kasih kepada Budi Gunawan yang telah bekerja dan menjalankan tugas dengan baik selama menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota staf khusus di Kemenko Polkam yang telah memberikan kontribusi tenaga dan pikiran dalam membantu Menko Polkam yang telah menyelesaikan tugasnya,” tambahnya.
Siapa Calon Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Baru?
Di tengah kekosongan posisi Menteri Koordinator Politik dan Hukum, Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menganggap Mahfud MD sebagai tokoh yang layak dipertimbangkan untuk menggantikan Budi Gunawan.
Fernando melihat hal itu berdasarkan kinerja Mahfud MD ketika masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada masa kepemimpinan periode kedua Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Menurutnya, Prabowo tidak perlu terlalu memperhatikan latar belakang militer dari seseorang yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.
“Saya pikir bukan hanya tentara yang menjadi latar belakangnya agar bisa diangkat sebagai Menkopolkam. Misalnya, saat kita belajar, Pak Mahfud MD pada pemerintahan Pak Jokowi di periode kedua, ternyata meskipun dia sipil, tetapi mampu menjalankan tugasnya sebagai Menkopolhukam,” katanya dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, dikutip pada Selasa (9/9/2025).
Tidak hanya Mahfud MD, Fernando menilai bahwa figur seperti Yusril Ihza Mahendra juga layak dipertimbangkan untuk mengisi posisi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Menurutnya, Yusril memiliki kemampuan di bidang politik dan keamanan meskipun berasal dari latar belakang sebagai ahli hukum tata negara.
Yusril kini menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih dengan jabatan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia.
“Selain Prof Mahfud, mungkin juga ada nama-nama lain seperti Prof Yusril. Meskipun beliau memang ahli dalam hukum tata negara, tetapi beliau memiliki kemampuan untuk lebih bebas dalam memahami dan menganalisis berbagai hal agar dapat diterapkan dan dimanfaatkan sebagai informasi untuk kepentingan pemerintahan Pak Prabowo ke depannya,” katanya.
Mahfud Mengomentari Pemecatan Budi Gunawan, Mengakui Lebih Menyukai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dari Kalangan Sipil
Di sisi lain, Mahfud juga memberikan komentar mengenai pemberhentian Budi Gunawan sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.
Ia menyatakan lebih menginginkan seseorang yang mengisi posisi tersebut berasal dari latar belakang sipil.
“Meskipun bukan sipil murni, mereka adalah pensiunan TNI, Polri, dan sebagainya. Tidak masalah juga karena pada dasarnya mereka sudah dianggap sebagai warga sipil setelah pensiun,” kata Mahfud dilansir dari Metro TV.
Selain itu, figur pengganti Budi Gunawan juga menunjukkan sikap yang tidak terlalu keras dalam mengambil keputusan kebijakan.
Sosok mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) juga menilai bahwa seseorang yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan harus mampu meyakinkan Prabowo dalam setiap usulan yang diajukannya.
Menurutnya, semua persyaratan yang disampaikannya seharusnya merujuk pada seseorang yang dekat dengan Prabowo.
Jika tidak, maka Prabowo tidak mungkin mengetahui kemampuan seseorang yang menggantikan Budi Gunawan.
“Kita tunggu saja Pak Presiden nanti menentukan langkah yang akan diambil terhadap kementerian ini,” kata Mahfud, sebagaimana dikutip Tribunsorong.com dalam artikel berjudul Siapa Pengganti Budi Gunawan Jabat Menko Polkam? Peluang Mahfud MD dan Yusril Iza Mahendra.
Reaksi Mahfud MD
Mahfud MD turut memberikan pendapatnya mengenai pengunduran diri Budi Gunawan dari posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Mahfud MD mengakui terkejut atas pemecatan mantan intelijen negara tersebut.
“Kalau dari sudut politik agak kaget juga saya,” ujarnya dalam Podcast Terus Terang di kanal Mahfud MD Official yang dilansir dariWartakotalive.com, selasa (9/9/2025).
Mahfud tidak memahami secara pasti alasan Prabowo mengganti Budi Gunawan.
Namun ia menganggap pergantian Budi Gunawan sebagai Menkopolkam kemungkinan besar tidak terkait dengan aksi demonstrasi yang berujung keributan pada akhir Agustus 2025 lalu.
Karena menurut Mahfud, alasan tersebut terlalu sederhana jika pria yang dipanggil BG itu dipecat karena kaitannya dengan aksi unjuk rasa.
Terlebih lagi latar belakang BG sebagai agen intelijen negara yang pasti mampu bekerja secara diam-diam.
“Saya tidak mengetahui alasannya, namun saya merasa terlalu mudah jika itu menjadi penyebabnya,” katanya.

Menurut Mahfud, seorang pemimpin tidak perlu selalu terlihat dan mampu bekerja sama secara diam-diam.
Terlebih lagi, latar belakang Budi Gunawan adalah intelijen yang biasanya bekerja secara diam-diam.
Maka, Mahfud MD melihat ada alasan lain yang dipertimbangkan oleh Prabowo Subianto dalam mengganti Budi Gunawan.
IA percaya terdapat alasan lain di balik pergantian Budi Gunawan yang lebih cenderung pada pertimbangan politik.
“Menurut saya, pertimbangan politik lainnya,” katanya.







