Laporan8.com – Onigiri Capital, sebuah dana investasi blockchain senilai 50 juta dolar Amerika Serikat (AS), baru saja diluncurkan oleh Saison Capital, divisi ventura dari Credit Saison—salah satu perusahaan keuangan non-bank terbesar di Jepang yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo. Dana ini bertujuan menjadi jembatan kelas institusional yang menghubungkan inovasi global dengan jaringan blockchain serta keuangan yang mapan di Asia.
Sampai saat ini, dana Onigiri Capital telah terkumpul sebesar 35 juta dolar AS. Fokus utamanya adalah pada perusahaan rintisan yang membangun solusi aset dunia nyata di lima sektor utama, yaitu stablecoin, pembayaran, aset tokenisasi, DeFi, dan infrastruktur pasar keuangan. Dengan pendanaan yang signifikan, dana ini memberikan peluang besar bagi para pengusaha untuk mengembangkan produk-produk keuangan yang berdampak global.
Kebangkitan Pendanaan Modal Ventura
Peluncuran Onigiri Capital terjadi di tengah peningkatan pesat dalam pendanaan modal ventura di sektor blockchain. Tahun ini menjadi tahun yang paling kuat sejak 2022.
Prediksi menunjukkan bahwa nilai pasar tokenisasi aset dunia nyata akan mencapai 10 triliun dolar AS pada 2030.
Perusahaan-perusahaan besar seperti BlackRock dan Goldman Sachs di AS, serta MUFG dan Bank of China di Asia, telah mulai mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam infrastruktur keuangan mereka.
Dukungan institusional yang diberikan oleh Onigiri Capital memberikan akses langsung kepada perusahaan portofolio ke saluran distribusi utama, keahlian regulasi, serta kredibilitas yang mapan. Hal ini membantu mempercepat proses pemasaran produk di berbagai yurisdiksi.
Onigiri Capital di Tengah Pasar AS yang Sedang Kritis
Dipimpin oleh Managing Partner Qin En Looi dan Hans de Back, Onigiri Capital menggabungkan pengalaman luas kedua mitra dalam investasi tahap awal di seluruh fintech dengan kepemimpinan mereka dalam aset digital.
Selain itu, dana ini juga memanfaatkan jaringan Credit Saison Group yang telah terjalin selama puluhan tahun bersama dengan jaringan lembaga keuangan yang terus berkembang di berbagai pasar Asia, termasuk Jepang, Korea, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Filipina.
Onigiri Capital akan menyediakan akses langsung bagi perusahaan portofolio ke bank, manajer aset, dan perusahaan asuransi yang melayani ratusan juta nasabah di kawasan tersebut.
Menurut Qin En Looi, “Pusat gravitasi inovasi aset dunia nyata sedang bergeser, dan peran Asia tumbuh dengan pesat.” Ia menambahkan bahwa ada celah kritis di pasar AS, terutama kurangnya keahlian khusus yang dibutuhkan untuk menavigasi dan sukses di pasar Asia yang dinamis.
Profil Qin En Looi dan Hans de Back
Qin En Looi, yang merupakan Managing Partner Onigiri Capital dan Partner Saison Capital, memiliki latar belakang yang kuat dalam regulasi dan kebijakan.
Ia telah terlibat secara intensif dalam menulis whitepaper tentang tokenisasi aset dan regulasi di berbagai negara.
Salah satu proyeknya adalah Project Wira, yang mendorong peluncuran Tokenize Indonesia dan menghasilkan lebih dari 80 startup tokenisasi dengan empat institusi perbankan dan teknologi terkemuka di Indonesia.
Selain itu, Looi juga menyelenggarakan ONCHAIN, konferensi tahunan pertama di Asia yang didedikasikan untuk aset dunia nyata. Konferensi ini menghubungkan startup dengan institusi keuangan global dan mitra korporat untuk mendukung pertumbuhan dan adopsi.
Di sisi lain, Hans de Back memiliki pengalaman puluhan tahun dalam memperluas ekosistem inovasi di Asia Tenggara, dengan fokus pada pengembangan perusahaan-perusahaan baru berbasis teknologi. Dia juga memiliki spesialisasi dalam putaran investasi tahap awal.
“Kepercayaan pada blockchain membutuhkan validasi eksternal dan rekam jejak yang terbukti,” kata Hans de Back. Ia menambahkan bahwa Onigiri Capital hadir untuk melengkapi investor dengan menawarkan kombinasi inovasi Silicon Valley dan validasi institusional Asia, serta memberikan keahlian yang diperlukan untuk menciptakan solusi berkualitas tinggi yang sesuai standar keuangan institusional dan global.







