Laporan8.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan paket stimulus ekonomi yang akan berlaku pada September 2025. Paket ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan sejumlah sektor seperti konsumen, ritel, dan sektor lainnya.
Adapun rincian program yang disiapkan mencakup beberapa inisiatif dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, pemerintah menyiapkan delapan program akselerasi di tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp16,2 triliun. Beberapa di antaranya meliputi:
- Magang Lulusan Perguruan Tinggi: Program ini ditujukan bagi lulusan baru dengan maksimal satu tahun pengalaman kerja, yang akan diberikan kepada 20.000 penerima manfaat.
- Perluasan PPh 21 DTP: Diperuntukkan bagi pekerja di sektor pariwisata, yaitu sebanyak 552.000 pekerja.
- Bantuan Pangan: Sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan bantuan pangan selama dua bulan.
- Bantuan Iuran JKK dan JKM: Untuk pekerja non-upah seperti mitra pengemudi transportasi online, ojek pangkalan, sopir, kurir, dan logistik, yang mencakup 731.361 orang.
- Program Manfaat Layanan Tambahan Perumahan BPJS Ketenagakerjaan: Disediakan untuk 1.050 unit.
- Padat Karya Tunai (Cash for Work): Dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR, dengan target 609.465 peserta.
- Percepatan Deregulasi PP No.28: Diimplementasikan di 50 daerah pada 2025, dan dilanjutkan ke 300 daerah pada 2026.
- Program Perkotaan (Pilot Project Jakarta): Fokus pada peningkatan kualitas pemukiman dan penyediaan tempat kerja untuk ekonomi gig.
Program Lanjutan di Tahun 2026
Selain itu, ada empat program yang akan dilanjutkan hingga 2026, yaitu:
- Perpanjangan Waktu Pemanfaatan PPh Final UMKM: Diperpanjang hingga 0,5% untuk pelaku usaha dengan pendapatan di bawah Rp4,8 miliar per tahun.
- Perpanjangan PPh 21 atau PPh 21 DTP: Menyasar pekerja di sektor pariwisata, termasuk hotel, restoran, dan kafe.
- PPh untuk Sektor Padat Karya: Termasuk alas kaki, tekstil, pakaian jadi, furnitur, kulit, dan barang kulit.
- Diskon Iuran JKK dan JKM: Diperluas tidak hanya untuk ojek online, tetapi juga ojek pangkalan.
Program Penyerapan Tenaga Kerja
Pemerintah juga menyiapkan lima program utama untuk menyerap tenaga kerja selama periode 2025–2027. Targetnya adalah menyerap hingga 3,56 juta pekerja. Beberapa di antaranya meliputi:
- Program Operasional Kopdes Merah Putih: Mampu menyerap 681.000 tenaga kerja.
- Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP): Tujuan jangka panjang adalah 200.000 lapangan kerja.
- Revitalisasi Tambak Pantura: Seluas 20.000 hektar, mampu menyerap 168.000 tenaga kerja.
- Modernisasi 1.000 Kapal Nelayan: Dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, menciptakan 200.000 lapangan kerja.
- Penyerapan Tenaga Kerja dari Perkebunan Rakyat: Melalui replanting lahan seluas 870.000 hektar.
Analisis dari Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Felix Darmawan menyebut bahwa paket stimulus ini menjadi angin segar bagi pasar saham karena meningkatkan ekspektasi pertumbuhan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini sedang dalam tren positif, dengan kenaikan 1,06% menjadi 7.937,12 pada perdagangan hari ini.
Sektor yang diprediksi akan terdampak langsung antara lain konstruksi–infrastruktur, perbankan, dan consumer staples. Selain itu, sektor energi transisi dan tambang logam juga bisa ikut naik. Namun, ada tantangan dalam hal eksekusi dan potensi defisit fiskal yang harus diperhatikan.
Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai bahwa paket stimulus ini memberikan sinyal positif secara keseluruhan. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, memperluas lapangan kerja, dan mendorong produktivitas lintas sektor.
Sektor konsumsi dan ritel diproyeksikan menguat karena adanya bantuan pangan, subsidi iuran BPJS, dan insentif pajak. Sementara itu, sektor perbankan, khususnya Himbara, serta properti dan perumahan juga berpeluang terdongkrak.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, menyatakan bahwa stimulan senilai Rp16,23 triliun memiliki potensi dampak positif terhadap pasar saham Indonesia. Konsumsi rumah tangga yang menjadi mayoritas bobot PDB nasional akan meningkat, sehingga menjadi katalis bagi kinerja emiten di sektor konsumsi, pariwisata, properti, dan transportasi.
Beberapa saham yang diproyeksikan untung antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR). Selain itu, saham-saham seperti PT Bukalapak Tbk. (BUKA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Bayu Buana Tbk. (BAYU), dan PT Panorama Sentrawisata Tbk. (PANR) juga berpotensi mendapat manfaat dari kebijakan tersebut.
Sementara itu, saham properti dan infrastruktur seperti PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) dan PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) juga diprediksi akan terdongkrak.
Paket stimulus ekonomi September 2025 menawarkan peluang besar bagi sektor-sektor strategis dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Meski ada tantangan dalam implementasi, sentimen positif tetap terlihat di pasar saham.
Dengan dukungan dari pemerintah dan berbagai sektor, harapan besar diarahkan pada pemulihan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.







