Home / GAYA HIDUP / Khawatir Obesitas pada Anak? Cegah dan Ketahui Berat Ideal Balita

Khawatir Obesitas pada Anak? Cegah dan Ketahui Berat Ideal Balita

Obesitas Pada Anak – Banyak orang tua merasa cemas terhadap perkembangan anak, termasuk masalah berat badan. Meliputi kekurangan berat badan anak atau kelebihan berat badan dibandingkan dengan berat ideal pada masa pertumbuhannya, yang dikenal sebagai obesitas (kelebihan lemak).

Kenaikan berat badan berlebih pada anak menjadi salah satu isu kesehatan yang perlu diperhatikan, karena dapat mengganggu pertumbuhan anak dan menyebabkan penyakit jangka panjang sejak usia muda.

Kondisi kelebihan lemak atau obesitas bisa terjadi ketika jumlah makanan atau benda yang dikonsumsi melebihi kebutuhan tubuh, namun tidak ada pembuangan energi yang dilakukan.

Sebenarnya, makanan yang dikonsumsi seharusnya berubah menjadi energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Namun, jika anak-anak tidak melakukan banyak aktivitas fisik, maka akan menumpuk sebagai lemak.

Selanjutnya, tanda-tanda obesitas umumnya ditandai dengan berat badan yang tidak seimbang dengan tinggi badan, bahkan melebihi batas normal untuk usia tertentu.

Dikutip pada laman mayapadahospital.com,Cara mengenali tanda-tanda obesitas pada anak dapat dilakukan dengan mengecek berat badan anak menggunakan rumus berat badan dibagi tinggi badan lalu dibagi 100. Selain itu, cara lainnya adalah dengan melakukan pemeriksaan berkala ke dokter atau Puskesmas untuk memantau perkembangan tinggi dan berat badan sesuai grafik pertumbuhan yang telah ditentukan.

Cara Mencegah Obesitas Pada Anak

1. Mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang selama masa pertumbuhan

Dalam tahap perkembangan anak, diperlukan makanan yang seimbang dan kaya akan nutrisi, termasuk karbohidrat, protein, vitamin, lemak, serta mineral. Pada saat yang sama, tidak boleh terlalu berlebihan, sehingga perlu mengatur keseimbangan antara asupan makanan dengan pembakaran kalori.

Selain itu, orang tua juga bisa membiasakan anak untuk mengonsumsi buah dan sayur, sehingga sejak kecil mereka tidak asing dengan sayuran maupun buah-buahan.

Konsumsi susu rendah lemak serta meningkatkan asupan air putih merupakan cara untuk mencegah obesitas, yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat melalui konsumsi makanan dan minuman yang bergizi.

2. Mengurangi penggunaan makanan dan minuman manis dalam kemasan

Anak-anak biasanya sangat menyukai makanan atau minuman yang manis, terutama jika mereka sudah tahu akan mendapatkan camilan. Karena itu, penting untuk menetapkan batasan dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang manis, terlebih yang berbentuk kemasan.

Dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, perkembangan anak dapat terjaga serta didukung oleh kegiatan harian yang rutin dilakukan.

3. Mengajarkan anak untuk melakukan kegiatan fisik

Peran orang tua tentu sangat menonjol, terutama dalam menjaga kebiasaan hidup yang sehat. Oleh karena itu, segala hal perlu dijaga keseimbangannya, tidak berlebihan dan juga tidak kurang.

Hal ini termasuk dalam pola makan yang baik dan kegiatan fisik yang rutin dilakukan. Usahakan melakukan aktivitas fisik selama 60 menit setiap hari, misalnya berenang, lari, bersepeda, atau bermain dengan anak di taman agar tetap sehat dan bugar.

Setelah memahami cara mencegah obesitas, para orang tua juga perlu mengetahui berat badan yang sehat untuk anak sesuai dengan usianya, agar dapat menghitung berat badan ideal khususnya pada balita dan waspada terhadap kemungkinan adanya gangguan kesehatan tertentu.

Daftar Berat Badan Iideal untuk Anak Balita

Dalam menilai kondisi gizi anak, hal yang perlu diperhatikan meliputi tinggi dan berat badan. Pada usia satu tahun, biasanya terjadi kenaikan berat badan yang cukup besar, tetapi setelah itu pertambahan berat badan tidak begitu mencolok.

Dikutip dari laman siloam hospitals,menentukan berat badan ideal tidak hanya didasarkan pada usia, tetapi juga jenis kelamin. Hal ini berarti, berat badan ideal anak perempuan berusia satu tahun akan berbeda dengan anak laki-laki yang berusia sama.

Berikut ini adalah beberapa daftar berat badan ideal anak balita sesuai dengan usia dan jenis kelamin laki-laki, antara lain:

  • 7,7-12 kg untuk anak berusia 1 tahun
  • 8,8 hingga 13,7 kg untuk usia 1 tahun 6 bulan
  • 9,7-15,3 kg untuk anak berusia 2 tahun
  • 10,5 hingga 16,9 kg untuk anak berusia 2 tahun 6 bulan
  • 11,3-18,3 kg untuk anak berusia 3 tahun
  • 12-19,7 kg pada usia 3 tahun, 6 bulan
  • 12,7-21,2 kg untuk anak berusia 4 tahun
  • 13,4 hingga 22,7 kg untuk anak berusia 4 tahun, 6 bulan
  • 14,1-24,2 gram untuk usia 5 tahun

Namun, berikut ini adalah daftar berat badan ideal anak perempuan berdasarkan usianya, yaitu:

  • 7-11,5 kg untuk anak berusia 1 tahun
  • 8,1 hingga 13,2 kg untuk usia 1 tahun, 6 bulan
  • 9-14,8 kg untuk anak berusia 2 tahun
  • 10-16,5 kg untuk anak berusia 2 tahun dan 6 bulan
  • 10,8-18,1 kg untuk anak berusia 3 tahun
  • 11,6 hingga 19,8 kg untuk anak berusia 3 tahun, 6 bulan
  • 12,3-21,5 kg untuk anak berusia 4 tahun
  • 13-23,2 kg untuk anak berusia 4 tahun dan 6 bulan
  • 13,7 hingga 24,9 kg untuk anak berusia 5 tahun

Dengan memahami berat badan ideal untuk balita, orang tua dapat memantau perkembangan anaknya. Jika berat badan anak melebihi atau di bawah angka tersebut, orang tua bisa lebih waspada karena kemungkinan adanya kondisi kesehatan tertentu.

Oleh karena itu, setiap orang tua diharapkan waspada terhadap perubahan fisik pada anak kecil, agar dapat memastikan perkembangan anak termasuk dalam kategori yang wajar atau tidak. (*)

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *