Laporan8.com – Mainan anak-anak sekolah, terbuat dari penghapus dengan media lain seperti paku payung dan isi staples yang kemudian dikreasikan menjadi sebuah mainan gasing sedang tren. Hal ini menjadi kegusaran bagi para guru dan orang tua.
Dikutip Kalteng Pos (Jawa Pos Group), seperti postingan di media sosial tentang mainan gasing penghapus ini ramai menjadi perbincangan netizen.
Ada yang membagikan momen, seorang pedagang yang menunjukkan uang hasil jualan penghapus yang habis diborong anak-anak sekolah untuk membuat gasing.
Namun, seorang guru memberikan penjelasan bahaya bermain gasing dari penghapus dan meminta orang tua tidak membiarkan anak-anaknya bermain membuat dan bermain gasing penghapus (gabus) ini.
“Gasing dari penghapus ini banyak membuang uang, anak-anak rela membeli penghapus dari uang jajannya,” kata seorang guru melalui unggahan di media sosial Instagram.
Selain itu, banyak laporan dari para guru-guru bahwa anak-anak sudah terlalu fokus bermain sehingga mulai lengah terhadap pelajaran dan pekerjaan rumah (PR).
“Banyak laporan dari guru-guru, anak-anak mulai lengah saat belajar dan mengerjakan PR,” ujarnya.
Tidak hanya itu, mainan ini juga dinilai sangat berhaya lantaran dalam pembuatannya menggunakan benda-benda tajam seperti isi teples hingga paku payung.
“Yang paling rentan lagi, banyaknya bahaya dari permainan ini, saat gasing diputarkan bisa saja anak klip melukai mereka, bahkan bisa mengenai mata,” jelasnya.
Untuk itu, ia meminta kepada orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya bermain mainan ini.
Harus Dihentikan
Diberitakan sebelumnya, Kepala Suku Dinas Pendidikan wilayah II Jakarta Pusat, Bambang Eko Prabowo mengaku akan memperhatikan lebih lanjut soal viralnya penghapus dijadikan gasing oleh anak-anak Sekolah Dasar.
Hingga saat ini, belum ada laporan terkait fenomena yang terjadi di sekolah-sekolah Jakarta Pusat.
“Apabila ditemukan, menjadi perhatian kami untuk menghindari penggunaan mainan gasing penghapus,” kata Bambang Eko saat dihubungikontenstore.com -,Minggu (14/9).
Bambang mengaku belum pernah melihat permainan itu. Namun, dari segi kreatifitas anak-anak dalam bermain memang baik. Akan tetapi, di sisi lain, ada dampak bahaya karena menggunakan paku paying atau strepless.
“Jujur belum pernah lihat langsung dan baru tahu ada mainan ini. Tergambarkan sederhana dan ada kreativitas anak dalam bermain. Namun, penting bagi kami memastikan keseimbangan belajar dan bermain,” ucapnya.
“Penting bagi kami memastikan aktivitasnya aman dan tidak mengganggu proses pembelajaran. Kami sangat menjunjung budaya sekolah sehat kreatif dan mendidik dalam rangka membentuk generasi muda jakarta yang cerdas dan Tangguh,” ungkapnya.
Menurutnya, apabila mainan penghapus gasing berbahaya, maka akan menjadi sorotan dari pihak Sudin Pendidikan wilayah II Jakarta Pusat.
“Sejauh ini di Jakarta Pusat belum ada laporan sekolah terkait mainan ini. Tentunya apabila ditemukan nilai bahaya menjadi perhatian kami untuk menghindari penggunaan mainan gasing penghapus,” pungkasnya.
Viral
Diberitakan sebelumnya, viral anak sekolah kini memiliki mainan baru. Dari alat tulis yaitu penghapus dikreasikan menjadi mainan gasing.
Hal ini menjadi pro dan kontra antara pihak orang tua dan sekolah. Bahkan ada yang membagikan momen, seorang pedagang yang menunjukkan uang hasil jualan penghapus viral di media sosial.
Dengan narasi “Ibu pemilik warung cerita kalo di warungnya lagi laris banget Penghapus dibeli anak-anak sekolah yang ternyata dibuat jadi mainan gasing,” tulis narasi dalam akung Instagram @berita_gosip dikutip, Minggu (14/9).
Postingan itu mendapatkan komentar beragam dari berbagai netizen. Ada yang menyambut positif dan ada juga yang berkomentar negatif.
“Di sekolah anakku dilarang banget, soalnya bahaya banget, itu ada hekter sama paku payungnya,” tulis @rnabillaput.
Ada komentar lain yang memarahi anaknya. “Anakku bikin begitu, aku marahin. Krn bahaya ngeri isi staplesnya rontok ga sengaja ngenain diri sndiri atau temennya. Kreatif tapi ga aman,” ungkap @wulan_sarifin.
Seorang pedagang yang menunjukkan uang hasil jualan penghapus yang dikreasikan menjadi gasing viral di media sosial. (Instagram)
Selain itu, ada orang tua yang menganggap kalua uang jajan anaknya dipakai untuk membeli alat tulis. Ternyata alat tulis yang dipakai diubah menjadi gasing.
“Pantes, anak ku minta duit terus buat beli penghapus.. ku kira buat belajar, ternyata buat gangsing,” kata @belbelindaa.
Bahkan, salah satu netizen membagikan ceritanya kalau di sekolah anaknya sudah tidak diperbolehkan bermain gangsing dari penghapus.
“Di sekolah anak ku dilarang, karna suah ada anak yg klaim nya tertancap paku payung di sepatu dan isi steples saampe luka. Dan ortu murid lapor, jd siapa yg buat ini dan bawa ini diambil dan dapat hukuman,” ungkap @septii_wicaksono.







