Home / EKONOMI / Jokowi Dongkrak Ekonomi, Purbaya Minta Rocky Gerung Belajar Lagi

Jokowi Dongkrak Ekonomi, Purbaya Minta Rocky Gerung Belajar Lagi

Laporan8.com Dalam sebuah forum yang diadakan, Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pendapatnya tentang situasi ekonomi Indonesia selama pemerintahan Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

Purbaya menyoroti peran Jokowi dalam memimpin pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memberikan tanggapan terhadap kritik dari pengamat politik Rocky Gerung.

Purbaya mengatakan bahwa untuk menjadi negara maju, suatu negara perlu tumbuh secara double digit selama lebih dari 10 tahun. Ia menilai bahwa Indonesia saat ini masih terjebak dalam middle income trap, yaitu kondisi di mana negara berhasil keluar dari kategori berpendapatan rendah tetapi kesulitan naik ke level berpendapatan tinggi.

Menurut Purbaya, jika pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5 persen, maka Indonesia akan sulit meningkatkan kualitas ekonominya.

Ia juga menyampaikan rasa senang ketika Presiden Prabowo menyatakan rencana untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Meski tidak mudah, Purbaya menilai angka tersebut sebagai target yang layak diperjuangkan.

Selain itu, Purbaya mengkritik prediksi IMF yang menyatakan bahwa ekonomi global akan mengalami penurunan.

Menurutnya, prediksi tersebut tidak sepenuhnya akurat dan ia menyarankan agar masyarakat tidak terlalu percaya pada pandangan lembaga internasional tersebut. Ia bahkan sempat ditegur karena menyampaikan pendapatnya secara langsung, namun ia tetap bersikeras bahwa IMF tidak selalu benar.

Data Pertumbuhan Ekonomi dan Kritik terhadap Rocky Gerung

Purbaya juga memaparkan data pertumbuhan ekonomi yang menurutnya tidak lepas dari peran Jokowi selama menjabat presiden. Dalam acara tersebut, ia menunjukkan grafik statistik yang membantah narasi Rocky Gerung, yang sering mengkritik Jokowi tanpa bukti nyata.

Purbaya mengatakan bahwa Jokowi memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Jokowi melakukan intervensi langsung dalam berbagai kebijakan ekonomi, sehingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Purbaya juga meminta Rocky Gerung untuk belajar lebih dalam tentang ekonomi, agar bisa memahami hasil kerja pemerintahan secara lebih jelas.

Meskipun memberikan kritik, Purbaya mengaku mengagumi Rocky Gerung. Ia menyatakan bahwa meskipun Rocky Gerung memiliki pengaruh di tempat lain, di forum tersebut ia merasa lebih berkuasa. Purbaya juga menyampaikan bahwa ia mengikuti pidato Rocky Gerung yang menarik dan menganggapnya sebagai ahli filsafat.

Stimulus Ekonomi dan Reaksi Bank Himbara

Purbaya juga membahas kebijakan stimulus ekonomi yang dilakukan pemerintah. Dana sebesar Rp200 triliun dialokasikan kepada bank Himbara, yaitu BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI.

Dana tersebut ditransfer dari Bank Indonesia ke rekening bank Himbara dengan tujuan agar dapat digunakan secara produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, Purbaya mengungkapkan bahwa para bos bank Himbara justru merasa pusing karena kesulitan menyerap dana besar tersebut.

Menurutnya, para direktur utama bank hanya mampu menyerap sekitar Rp7 triliun dari dana yang diberikan. Purbaya menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin campur tangan terlalu banyak, dan membiarkan bank-bank tersebut berpikir bagaimana cara terbaik untuk menggunakan dana tersebut.

Saat ditanya apakah pemerintah akan menambah stimulus ekonomi, Purbaya menjawab bahwa evaluasi masih dilakukan di lapangan. Ia menilai bahwa saat ini pemerintah sudah cukup sibuk dengan dana yang telah diberikan.

Sebagai informasi, dana stimulus yang diberikan kepada bank Himbara dibagi secara proporsional sesuai ukuran dan kapasitas masing-masing bank. BRI, BNI, dan Bank Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN menerima Rp25 triliun, dan BSI menerima Rp10 triliun. Dana tersebut mulai mengalir ke bank-bank tersebut sejak Jumat (12/9/2025).

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *